KARAWANG,JURNALDETIK.COM,- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama mitra kerja menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di GOR Badminton Telagasari, Desa Telagasari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Rabu 21 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas, perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta percepatan penurunan angka stunting.
Sosialisasi tersebut menghadirkan
Anggota Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari, Penata KB Ahli Madya Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat Elma Triyuliyanti Djadjuri, Psikolog, serta Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Karawang, drg. Imam Alhusaeni
Dalam pemaparannya, drg. Putih Sari menekankan pentingnya mempersiapkan generasi berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya yang perlu diperkuat adalah pencegahan stunting sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan bagi remaja dan calon pengantin, konseling keharmonisan keluarga, serta pendampingan bagi keluarga.
“Pemantauan tumbuh kembang balita, pemenuhan gizi, pemberian imunisasi, vitamin, dan susu juga menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan anak.”Jelasnya
Sementara itu, Elma Triyuliyanti Djadjuri, Psikolog, menjelaskan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Periode ini merupakan masa penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang memadai, pemeliharaan kesehatan ibu dan anak, serta pengasuhan yang tepat perlu menjadi perhatian utama keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.ujar Elma
Pada sesi berikutnya, drg. Imam Alhusaeni Baharun, M.M., menyampaikan pentingnya ketersediaan data kependudukan dan keluarga berencana yang akurat, mutakhir, serta dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan kebijakan dan evaluasi program. la juga menekankan bahwa keberhasilan Program Bangga Kencana membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga penyuluh keluarga berencana, kader, mitra kerja, hingga masyarakat. Penyebarluasan informasi dan edukasi secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, dan pencegahan stunting.
“Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN bersama mitra kerja mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar Program Bangga Kencana dapat menjangkau keluarga secara lebih luas. Keterlibatan aktif masyarakat diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku menuju keluarga yang sehat, terencana, tangguh, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.” ungkapnya
Kegiatan berlangsung melalui rangkaian penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, serta pembagian doorprize kepada peserta. Antusiasme peserta dalam mengikuti sosialisasi menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pembangunan keluarga dan perencanaan kehidupan berkeluarga.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan pesan mengenai pencegahan stunting, pemenuhan gizi, kesehatan reproduksi, dan penguatan ketahanan keluarga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta generasi Indonesia yang sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045.(Kar)














