Berita  

Tekan Stunting Hingga 1,7%, Kemendukbangga bersama Lucy Kurniasari Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Inovasi Kampung dan Edukasi 4T di Surabaya.

SURABAYA,JURNALDETIK.COM~ Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga,Kependudukan, dan Keluarga Berencana di Balai RW8 Kandangan, Kel.Kandangan, Kec. Benowo, Kota Surabaya, Prov. Jawa Timur, Selasa Siang (27/10/2026).

Selain diikuti ratusan peserta, kegiatan itu juga mendatangkan beberapa narasumber, yaitu Dra. Lucy Kurniasari Anggota DPR- RI Komis IX, Dra. Puji Hayuningsih, S.E., M.Sc selaku Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Mira Mardiana, S.KM., M.M selaku Ketua Tim Kerja Dalduk KS DP3AP2KB Kota Surabaya. Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, kegiatan diisi oleh para pemateri atau narasumber tentang program Bangga Kencana. Diantaranya, disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Dra. Lucy Kurniasari.

Dalam sambutannya, Lucy apresiasi terhadap upaya Kota Surabaya berhasil menjadi percontohan nasional dalam penanganan stunting. Berkat pemberdayaan masyarakat yang masif dari tingkat RT, RW, PKK, PPK, hingga tingkat Kelurahan dan Kecamatan, angka prevalensi stunting di Kota Pahlawan berhasil ditekan drastis hingga menyentuh angka 1,7%, bergerak cepat menuju target zero stunting.

“Capaian ini berada jauh di bawah rata-rata stunting nasional yang saat ini masih berkisar di angka 21%, serta lebih rendah dari angka prevalensi Provinsi Jawa Timur yang berhasil turun dari 17% menjadi 14%.” Jelasnya.

Saat ini, fokus penanganan di lapangan tidak lagi sekadar menangani stunting, melainkan mendete ksi potensi pra-stunting sejak dini. Melalui kehadiran Pos
Pelayanan Keluarga (Posga) yang melayani pemeriksaan kesehatan seluruh siklus hidup-mulai dari usia 0 tahun hingga lansia-kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang dapat diintervensi secara presisi.

“Seluruh jajaran kelompok kegiatan mulai dari Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL) terus digerakkan sebagai fondasi utama untuk melahirkan generasi Surabaya yang sehat, tangguh, dan berkualitas.” Tambahnya.

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur dipaparkan oleh Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Keluarga,
Puji Hayuningsih, S.E., M.Sc yang menegaskan bahwa keluarga merupakan episentrum utama pembangunan kualitas manusia. Oleh karena itu, investasi pengasuhan dan ketahanan keluarga harus dilakukan terencana sejak hulu melalui intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur berada di angka 14,7%, dengan Surabaya mencatatkan capaian impresif sebesar 8,5%. Guna mempercepat penurunan angka stunting dan memperkuat ketahanan keluarga di setiap sklus kehidupan, BKKBN mengusung lima program prioritas nasional. Melalui transformasi kelembagaan dan kolaborasi lintas sektor di tahun 2026, BKKBN Jatim berkomitmen menjadikan keluarga sebagai fondasi utama bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.” Jelasnya.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) melalui Mira Mardiana terus memperkuat ketahanan keluarga di 31 kecamatan dan 153 kelurahan guna mendukung pembangunan SDM berkualita. Dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana, Pemkot Surabaya menggarisbawahi lima program prioritas integratif yang menyasar seluruh siklus kehidupan masyarakat. BKB – SOTH (Sekolah Orang Tua Hebat), BKR – KEMANGI & KSATRIA, BKL – SELANTANG (Sekolah Lansia Tangguh), PEK- UPPKA dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

“Melalui sinergi kader dan lintas sektor, Surabaya terus berkomitmen mencetak generasi tangguh dan keluarga sejahtera menuju Indonesia Emas. “Jelasnya.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *