SURABAYA,JURNALDETIK.COM~ Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana di Lapangan RW. 05 Manukan Kulon, Kel. Manukan Kulon, Kec. Tandes Kota Surabaya, Prov. Jawa Timur, Kamis Siang (22/10/2026).
Selain diikuti ratusan peserta, kegiatan itu juga mendatangkan beberapa narasumber, yaitu Dra. Lucy Kurniasari Anggota DPR-RI Komis IX, Dra. Sofia
Hanik, MM. selaku Penata KKB Ahli Madya, Ketua Tim Kerja Pembangunan
Keluarga Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Nurul Habibah Umar selaku Ketua Tim Kerja KB DP3AP2KB Kota Surabaya.
Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, kegiatan diisi oleh para pemateri atau narasumber tentang program Bangga Kencana. Diantaranya, disampaikan oleh Wakil ketua Komisi IX DPR RI Dra. Lucy Kurniasari
Dalam sambutannya, Lucy apresiasi yang tinggi terhadap upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan,
“Pertemuan hari ini bukan hanya merawat silaturahmi, tetapi juga menebar keberkahan dan manfaat sosial. Lewat sosialisasi ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama mendukung langkah strategis
Kemendukbangga (dahulu BKKBN). Pembangunan kependudukan dan keluarga adalah investasi jangka panjang yang membutuh kan keterlibatan aktif kita semua. “Jelasnya.
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Program Bangga Kencana bersama mitra kerja.
Acara ini dipaparkan oleh Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga
Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Sofia Hanik, MM., yang menegaskan bahwa keluarga merupakan episentrum dalam pembangunan kualitas manusia.
“Pembangunan keluarga ditopang oleh tiga pilar utama investasi, yaitu awal kehidupan melalui intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pembentukan sekolah pendidikan karakter di rumah, serta kestabilan perencanaan ekonomi keluarga.” Jelasnya.
Ruang lingkup kerja BKKBN dirancang menyeluruh sesuai siklus pertumbuhan dan perkembangan manusia, mulai dari calon pengantin hingga lanjut usia.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) melalui Nurul
Habibah terus memperkuat edukasi mengenai pentingnya kesehatan reproduksi serta keterlibatan aktif para ayah dalam mendukung program Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan.
Dukungan aktif dari suami terbukti mampu menurunkan risiko depresi pada ibu pasca melahirkan hingga 3,5 kali lipat. Sejumlah hambatan dalam keterlibatan suami seperti anggapan bahwa urusan kehamilan dan persalinan adalah “urusan perempuan”, beban kerja, kurangnya pengetahuan, hingga stigma genderperlu diatasi melalui edukasi yang inklusif.
“Melalui kolaborasi dan perencanaan keluarga yang matang, Pemkot Surabaya optimis dapat mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas demi mewujudkan Surabaya Hebat.” Tambahnya.(Kar)














