banner 728x250

Protes Proyek Optimalisasi SPAM, Sejumlah Gapoktan Wadul Dewan

banner 120x600
banner 468x60

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Keluhan sejumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto adanya Proyek Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang mengancam sistem pengairan ribuan hektare akhirnya direspon DPRD Kabupaten Mojokerto dari komisi lll

Hal tersebut dibuktikan dengan digelar Hearing oleh Komisi lll dengan menghadirkan OPD terkait, diantaranya Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan & Perikanan, Dinas PUPR, KPH Perhutani Pasuruan, Perumdam Majapahit, PPK dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur. Dan sejumlah Kades dari wilayah Kecamatan Pacet.

banner 325x300

Hearing dipimpin langsung oleh Pitung Hariyono ( politisi PKB) didampingi Hartono, Madra’i, A. Rokhim dan Buddi Mulya yang digelar di ruangan DPRD Kabuoaten Mojokerto Jln. RA Basoeni no. 35 Sooko Mojokerto Senin (26/12/2022). Kemaren

Dalam kesempatan itu, Rigen Sutrisno Gapoktan Desa Sajen, menyampaikan, proyek Optimalisasi SPAM Puri Sooko, mengkhawatirkan para petani, karena bakal mengganggu sistem pengairan pada lahan pertanian yang sejauh ini mengandalkan sungai kali Kromong

“ Kami suudzhon pada pemerintah, kpelaksanaan proyek Optimalisasi SPAM tidak pernah ada sosialisasi ke Gapoktan,kami cemas, karena selama ini petani sudah susah malah di tambahi susah, “ ucap Rigen Sutrisno

Lanjut dikatakan Rigen Sutrisno pihaknya bersama gapoktan sejumlah desa selama ini, memanfaatkan air dari sungai kali Kromong untuk pengairan lahan pertanian, kalau kali Kromong dimanfaatkan untuk PDAM, maka para petani lahannya terancam kekeringan karena debit air kali Kromong tak mampu mengairi lahan pertanian lagi. “ Lah ini gimana nasib petani, pengairan debit air berkurang belum lagi pupuk mahal dan sulit dicari, bagaimana kami bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo,“ keluh Rigen dalam hearing.
Lebih jauh, Ia bersama tuwowo( pembagatur air sawah) yang hadir, mengkhawatirkan , hasil pertaniannya menurun, karena sumur bor belum ada di desanya sedangkan sumber air dari kromong diambil untuk PDAM, lalu kami, tanam apa?

Baca Juga :  Polresta Mojokerto Monitoring Ketersediaan dan Kenaikan Harga Sembako di Minimarket

“ Kami minta hearing ini mencari solusi, bukan mencari perkara, agar petani tidak cemas, dan Perumdam sebagai pengelola PDAM di Kabupaten Mojokerto juga bisa berjalan lancar, “ tukas Rigen

Sementara itu Direktur Perumdam Majapahit ( PDAM) Kabupaten Mojokerto Fayakun menjelaskan, optimalisasi jaringan pipa di kecamatan Sooko dan Puri, karena pipa mulai ada sejak jaman Belanda yang ada di atas, ada di Kecamatan Gondang, jatirejo -Sooko, lewat Brangkal berada di tengah jalan, kini kondisi pipanya mengerucut kecil, akhirnya diajukan pergantian sekalian pengalihan jaringan.

“ semula ijin perpanjangannya jalur lewat wilayah propinsi agak kesulitan, kemudian dialihkan ke Kabupaten Mojokerto, masuk kecamatan Puri kemudian Sooko, meski kami perusahaan daerah Mojokerto, tetap agak kesulitan dalam mengurus persyaratan perpanjangan ijin dari PUPR maupun DLH, meski begitu meski memenuhi, persyaratan dan perubahan jalur diminimalisir agar tidak terkena jalan cor,” jelasnya

Baca Juga :  KH Asep Undang Relawan BEKISAR Dari Kec.Pungging Gelar Istiqosah dan Buka Bersama

Masih kata Fayakun, PDAM sudah memanfaatkan sumber bendungan sejak tahun 2000, tak ada masalah sudah ada kajian ilmiah dan teknis, dan untuk tahun 2022 ini pihaknya mengajukan perpanjangan ijin semula 150 Liter perdetik, kemudian rekom tek/BWS kapasitas sumber bendungan 265 liter per detik, namun diizini hanya 100 liter perdetik sekitar 3,57 % , seharusnya kami dapat ijin 20% agar bisa 500 liter per detik, jadi pipa 8 dim yang mulai dipasang pengerjaannya itu hanya mampu tampung 50 liter per detik,

“ jadi para gapoktan tidak usah resah , air yang kami manfaatkan dari sumber bendungan kali kromong tak akan berimbas pada pengurangan, pegairan sawah.” katanya

Lanjut dikatakan Fayakun, sebelum pelaksanaan, Proyek optimalisasi Spam Sooko Puri yang pengerjaannya ikut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur. Pihaknya bulan Oktober 2021, sudah melakukan sosialisasi perpanjangan ijin pemanfaatan sumber dalam aturan yang ada, kami mensosialisasikan pada desa yang terdampak sumber air, dan tokoh masyarakat, yaitu Kades Sajen, Kades Kembangbelor, dan Kades Padusan Pacet, beserta tokoh. Masyarakat desa tersebut,

Baca Juga :  Polres Tuban Berhasil Ungkap TPPO, Lima Tersangka Mucikari Diamankan

“ Mohon maaf kami sosialisasi tidak mengundang Gapoktan, karena dalam sistem perizinan pemanfatan sumber yang ada selama ini, hanya berbunyi kades setempat terdampak sumber beserta tokoh masyarakat, “ ucapnya

Sementara itu, Antonius perwakilan dari ,Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur menyampaikan bahwa, proyek tersebut murni gagasan dari pemkab Mojokerto, proyek itu nilainya Rp.32 miliar dan dikerjakan sama pertengahan tahun depan.

“Pelaksanaan proyek SPAM itu kontraknya hingga bulan Juni tahun 2023” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Pitung Hariyono mengatakan jika pihaknya terlebih dahulu akan melakukan sidak ke lokasi.

“Setelah sidak kami akan membuat rekomenasi terkait masalah ini” tutur Pitung.(Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *