MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, menuai sorotan. Lahan yang semula direncanakan menjadi destinasi wisata Randu Alas Park kini dilaporkan terbengkalai, sehingga berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta berkurangnya penghasilan perangkat desa.
Edy Kuswadi S.H., Menerangkan, pada tahun 2022 Pemerintah Desa Gondang menjalin kerja sama dengan pihak investor untuk mengembangkan kawasan wisata Randu Alas Park di atas lahan TKD seluas kurang lebih dua hektare. Skema yang digunakan adalah sistem sewa tahunan dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Hingga memasuki tahun ketiga, pembangunan destinasi wisata tersebut belum terealisasi secara optimal dan cenderung mangkrak. Kondisi ini tidak hanya memunculkan potensi kerugian terhadap keuangan desa, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan perangkat desa yang disebut mengalami penurunan pendapatan akibat berkurangnya PAD.
Lebih Lanjut, Edy Kuswadi, S.H., menilai kondisi tersebut perlu segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk turun langsung melakukan audit guna memastikan pengelolaan aset desa berjalan sesuai ketentuan.
“Kami meminta Pemkab Mojokerto segera melakukan audit terhadap kerja sama pemanfaatan TKD ini, agar jelas apakah ada pelanggaran atau tidak, serta untuk melindungi kepentingan masyarakat desa,” ujarnya.Selasa (5/5/2026)
Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset desa sangat penting agar tidak menimbulkan kerugian yang berkepanjangan, baik dari sisi keuangan desa maupun dampak sosial bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto maupun pihak Pemerintah Desa Gondang terkait tindak lanjut atas persoalan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat potensi besar pengelolaan TKD sebagai sumber pendapatan desa yang seharusnya mampu mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal.(Kar)
















