Berita  

6.000 Peserta Ikuti Upacara HUT ke-81 RI di Ponpes Amanatul Ummah Pacet, Danrem Dorong Santri Jadi Generasi Unggul

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Sebanyak 6.000 peserta mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Pemerintah Kecamatan Pacet, 20 kepala desa beserta perangkat desa se-Kecamatan Pacet, serta keluarga besar Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Kegiatan tersebut juga dihadiri tokoh nasional sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Dr. Prof. KH Asep Syaifudin Chalim, MA., Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I., Plt Camat Pacet Djoko Widjayanto, A.P., M.M., bersama jajaran Forkopimca Pacet.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) yakni Komandan Korem (Danrem) 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ), Kolonel Inf Batara Alex Bulo.

Sementara itu, petugas upacara melibatkan para santri Amanatul Ummah. Pembacaan Pembukaan UUD 1945 dilakukan oleh santri, pembacaan teks Proklamasi oleh purnawirawan, sedangkan pasukan pengibar bendera dan paduan suara juga berasal dari para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

Dalam amanatnya, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo mengajak seluruh peserta untuk kembali menghayati perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi merebut kemerdekaan Indonesia.

“81 tahun yang lalu, tepatnya 17 Agustus 1945, para pejuang bangsa dengan tulus dan ikhlas mengorbankan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan demi tegaknya Negara Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Menurutnya, kemerdekaan yang saat ini dinikmati seluruh masyarakat Indonesia merupakan amanah sejarah yang harus dijaga dan diisi dengan berbagai karya serta pengabdian terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi penerus bangsa.

“Pondok Pesantren Amanatul Ummah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Di bawah asuhan Dr. Prof. KH Asep Syaifudin Chalim, MA., bersama seluruh jajaran, pesantren ini tidak hanya mencetak generasi yang berilmu agama dan berakhlak mulia, tetapi juga generasi yang cerdas, berprestasi dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, para santri dan santriwati Amanatul Ummah telah menunjukkan kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Karena itu, Danrem menitipkan pesan kepada seluruh santri agar menjadi generasi penerus yang mencintai tanah air dan Indonesia dengan sungguh-sungguh.

“Jadilah generasi penerus yang cinta tanah air. Cintai Indonesia dengan sebenar-benarnya dan jadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan dalam berinteraksi sehari-hari,” pesannya.

Kolonel Inf Batara Alex Bulo juga menegaskan bahwa TNI merupakan tentara rakyat yang senantiasa siap bersinergi dengan seluruh komponen bangsa, termasuk pondok pesantren, dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), membangun karakter bangsa dan memperkuat ketahanan nasional.

“Mari kita terus menjaga semangat juang para pahlawan. Isi kemerdekaan ini dengan karya nyata, prestasi dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ajaknya.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Dr. Prof. KH Asep Syaifudin Chalim, MA., menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat membangun bangsa.

Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diteruskan dengan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Karena itu, seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pesantren, hingga masyarakat, harus mengambil peran sesuai dengan bidang masing-masing.

“Kemerdekaan ini harus kita isi dengan pembangunan yang nyata, pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kita tidak boleh hanya menikmati hasil perjuangan para pahlawan, tetapi harus meneruskan perjuangan itu melalui pengabdian, pendidikan dan pembangunan,” ujar KH Asep.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan Kecamatan Pacet dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Menurutnya, 20 desa yang ada di Kecamatan Pacet memiliki potensi besar untuk berkembang dan dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya apabila pembangunan dilakukan secara terpadu.

“Kita berharap 20 desa di Kecamatan Pacet dapat dibangun secara menyeluruh. Mulai dari rumah layak huni, kesehatan masyarakat, infrastruktur jalan lingkungan dan kebutuhan dasar lainnya harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

KH Asep juga menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi yang tidak kalah penting adalah pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, memiliki kompetensi dan tetap mencintai tanah air.

“Generasi muda harus dipersiapkan menjadi generasi yang unggul. Mereka harus memiliki ilmu, akhlak, kemampuan bersaing, sekaligus memiliki kecintaan kepada bangsa dan negara,” katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI, pesantren dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan di Kecamatan Pacet dapat berjalan secara optimal.

“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kerja nyata. Mari bersama-sama membangun desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik kepada warga,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Camat Pacet Djoko Widjayanto, A.P., M.M., menyampaikan rasa syukur atas berlangsungnya upacara dengan lancar dan sukses. Menurutnya, pelaksanaan upacara di Pondok Pesantren Amanatul Ummah menjadi momentum penting karena melibatkan seluruh unsur pemerintahan desa dan masyarakat di Kecamatan Pacet.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan sukses. Kami juga bangga karena beliau, Prof. Dr. KH Asep Syaifudin Chalim, menyampaikan dalam mimbar upacara bahwa 20 desa di Kecamatan Pacet harus dibangun secara menyeluruh dan bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya,” ungkap Djoko.

Ia menjelaskan, pembangunan yang dimaksud mencakup berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan rumah layak huni, pelayanan kesehatan hingga peningkatan infrastruktur lingkungan.

“Beliau menyampaikan agar pembangunan rumah layak huni terus diperhatikan, warga Pacet yang sakit harus tertangani, serta pembangunan jalan lingkungan. Targetnya, pada tahun 2027 pembangunan tersebut harus sudah selesai,” jelasnya.

Djoko berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni upacara, tetapi diterjemahkan melalui kerja nyata seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga Kecamatan Pacet.

Upacara HUT ke-81 RI di Pondok Pesantren Amanatul Ummah tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, pesantren, pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga semangat nasionalisme serta mendorong pembangunan di wilayah Kecamatan Pacet.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *