BEKASI,JURNALDETIK.COM-Kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Bersama Mitra Kerja Tahun 2026 diselenggarakan di Desa Ganda Mekar, Kec. Cikarang Barat, Kab. Bekasi, Prov. Jawa Barat, Jum’at Pagi (30/10).
Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, serta pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi peningkatan sumber daya manusia Indonesia.
Kegiatan menghadirkan drg. Putih Sari Anggota Komisi IX DPR R, Dr. Dadi Roswandi Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat; serta Ahmad Johari Adam S.Sos
Penyuluh KB Ahli Pertama UPTD PP Wil. V Cikarang Barat Kab. Bekasi
Para narasumber memberikan pemaparan dari sudut pandang kebijakan, pelayanan keluarga berencana, dan pelaksanaan program di tingkat daerah.
Dalam paparannya, drg. Putih Sari menjelaskan program Keluarga Berencana tidak hanya berfokus pada pengaturan jumlah dan jarak kelahiran, tetapi juga mencakup upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui edukasi, pendampingan, dan akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai. “Selain itu, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi keluarga, serta pencegahan stunting perlu menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.
Sedangkan, Dr. Dadi Roswandi menjelaskan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berfokus pada pengaturan kelahiran, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan ketahanan keluarga, pendampingan keluarga, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga. “Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Bangga Kencana,” terangnya.
Sementara itu, Juniardiana Rosatijawan menyampaikan melalui pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak, pengasuhan yang berkualitas, pemenuhan gizi keluarga, serta upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. “Keluarga memiliki peran utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal,” urainya.
Kegiatan berlangsung melalui rangkaian registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars KB, pembacaan doa, sambutan tuan rumah, penyampaian materi, serta diskusi dan tanya jawab.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengundian doorprize, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, penutupan, dan foto bersama. Paket merchandise dibagikan kepada peserta saat registrasi sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya pembangunan keluarga sesuai tahapan siklus kehidupan. Kolaborasi antara pemerintah, mitra kerja, pengelola program, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar edukasi mengenai perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pengasuhan, pencegahan stunting, dan pola konsumsi pangan sehat dapat menjangkau lebih banyak keluarga.(Kar)














